HUJAN MALAM
03:37 | Author: mochihotoru
Rintik hujan menembus gulita
Membuncah di permukaan genting rumah
Hingga bersuara kecil
Seolah menjaga harmoni mimpi manusia

Sementara aku terjaga dalam gundah
Mengingat mimpi yang tak terjelaskan
Mengundang rasa rindu dari ketiadaannya
Nostalgia pun merapat di pikiran
Mengganggu keseimbangan perasaanku

Menghalangi kengantukanku

Tak peduli suara hujan kecil itu
Yang sedikit memecah sunyi
Karena aku merasa sangat sunyi malam ini
Pula tak sabar menggapai obat rasa rindu ini

100112
Links to this post
Kekatamu, Kawan
22:23 | Author: mochihotoru
untuk Spica

Kekata apa lagi, Kawan
Yang ingin kau tebarkan di antara awan?
Burung sudah menari
Melodi sudah memberi

Jangan ragu memandang ke depan
Tanpa nyana jalan terhampar
Cumalah kau perlu percaya
Dan taburkan baiknya kekata
Maka setan kan terjerat jala

Bukan nyanyian kosong
Hanya sentuhan Tuhan yang ada

Bukan kecupan sepi
Hanya senyuman Tuhan yang menyapa

Bukan pengharapan kering
Hanya firman Tuhan yang menjadi

Bukalah mulutmu
Renggutlah kekakuan di lidahmu
Dan menyanyilah

Menyanyilah dengan sinar masa depan
Kubur dendam, kubur kesakitan
Masa lalu mengajarimu
Masa kini mengasuhmu
Sabitkan senyum di air mukamu
Dan minumlah dari cawan keberanian

Kekatamu itu berarti
Kepercayaanmu itu berarti
Masa depan akan mendengarnya
Dan menjadikannya untukmu

Sehingga kau bisa menari
Di langit kesukaan
Bersama sayapsayap keyakinan

070112
Links to this post
Tulisan Sebal
04:42 | Author: mochihotoru
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat
Menyebalkan
Sangat

271211
Links to this post
MALAM
03:04 | Author: mochihotoru
Beginilah
Malam mengembuskan napasnya perlahan
Menyiulkan kesepian
Mereguk kesengsaraan
Membiarkan orang hanyut akan pesonanya
Karena lekukan tubuhnya itu
Membuat hilang sadar, hilang kepalsuan sejenak
Senyap
Redup
Gelap
Waktu pun bak meregang nyawa
Lalu apa makna?
Terjun sajakah aku ke ngarai?
Membiarkan mimpi terburai?
Atau aku serahkan jiwaku saja
Lalu sejenak merasa dihempas sunyi
Mengendap dalam tanah tak nyata?
Tak ada kuasa aku mencekik malam
Bukan milikku kendali semesta
Jadi harus aku berjalan
Menyalibkan diriku di bukit penantian
Menyerahkan diri pada malam
Hingga aku duduk di samping kanannya
Hingga ia lelah bersamaku
Atau memang ingin pergi
Untuk menelanjangkan dirinya di tempat lain
Dan menebarkan aroma kekuasaan
Kecekaman
Dunia kosong
Dan pengharapan
Sedang aku bangkit berjaya
Tanpa harum tubuhnya itu
Lalu hidup menghadapi nyata
Dalam airmata, dalam tawa

241211
Links to this post
AKU SAYANG MAMA
02:17 | Author: mochihotoru
Wahai Mama,
Sejak kaubawa aku ke dunia
Pengharapan ada dalam sorot matamu
Tak pernah padam seperti api unggun
Tak pernah gugur seperti pohon itu di musim kemarau
Masih lembut pula tanganmu untuk membelaiku
Untuk mengingatkan diriku
Pada masaku kecil
Pada timanganmu yang menjaga tidurku
Tak peduli beribu kali kuhancurkan hatimu
Tak peduli berjuta kali kuinjak kebahagiaanmu
Kau tetap tegar seperti rumput liar
Dengan senyum yang tetap tulus di bibirmu
Seperti saat awal kaulihat aku
Dalam pengharapan yang tak terjangkau dasarnya
Dalam penantian melihatku mencapai puncak Olympus
Sungguh besar kepercayaanmu
Dan itulah yang menjadi berkat
Dan Tuhan pasti memberimu upah yang besar
Sedang aku tak bisa memberi apapun
Kecuali usaha untuk membuatmu di akhir nanti
Tersenyum penuh kebanggan besar padaku
Dalam doa tak berpenghabisan untukmu

Karena sungguh kusayang engkau
Wahai Mama..

231211
Links to this post
AKU SAYANG MAMA
02:17 | Author: mochihotoru
Links to this post
UNTUK SANG UTUSAN
02:01 | Author: mochihotoru
Aku ada mimpi
Aku ada senyum
Aku ada harap

Satu itu mencipta mimpi
Satu itu mencipta senyum
Satu itu mencipta harap

Tak sekadar mimpi
Tak sekadar senyum
Tak sekadar harap

Mimpi dari mimpi
Senyum dari senyum
Harap dari harap

Jadilah selalu itu mimpi
Jadilah selalu itu senyum
Jadilah selalu itu harap

Tak harap aku hilang mimpi
Tak harap aku hilang senyum
Tak harap aku hilang harap

Dialah mimpi
Dialah senyum
Dialah harap

Aku ada untuk mimpi
Aku ada untuk senyum
Aku ada untuk harap

121111
Links to this post
KEMBALI PADA NYATA
01:43 | Author: mochihotoru
Dunia tak nyata seperti adanya
Hilang daya dan menyerah pada asa
Jatuh dalam kubangan kotor
Kepercayaan bukan lagi pagar pengaman

Langit tak lagi biru atau hitam
Bukan pula jingga
Langit begitu terluka kesakitan
Menjadi lumpuh seperti pesakitan
Ciuman cahaya berubah kenangan
Pelukan gelap menjadi pelana api

...

Pecahkan bunga tidur itu
Sejarah sudah tak mampu bersuara
Tanah kering sudah bertumbuh rumputan
Senyuman Iblis tak mampu lagi buatmu mabuk

Sendiri bukanlah ketakutan
Asa itu tinggal dalam diri
Matahari belum meletus
Dan engkau menjadi gunung yang melambung
Menjadi bintang yang membara

Kau tidak mengeluh lagi:
Berbicara duri di lidahmu
Berbicara bara di lubang hidungmu
Berbicara ulat di borokmu

Jalan keselamatan ada di depan
Kerajaan keabadian ada di sekitarmu
Kepercayaan ada dari atasmu
Ribuan malaikat ada di belakangmu
Tak ada lagi daun gugur di musim semi
Hanya angin sepoi menjilati poriporimu
Bau bunga kacapiring menenangkan kebosananmu

Hiduplah dalam nyata
Hiduplah dalam hidup
Dan hidup akan jadi hidupmu

121111
Links to this post
SATU
23:52 | Author: mochihotoru
Satu itu Satu
Tapi satu bisa banyak
Satu dari satu lain
Banyak angka lain di belakang koma
Lalu satu itu menjadi unik
Tapi kadang terlalu merasa hebat
Sebab merasa jadi "satu"
Padahal ada Satu yang hanya Satu
Sedangkan satu setara dengan satu lain
Sayang satusatu ini lupa
Padahal ia bukan satusatunya
Satu itu banyak
Semua sama untuk harmoni
Hanya Satu yang Satu
Tiada yang lain

111111
Links to this post
HABIS
23:09 | Author: mochihotoru
Bunga itu sudah layu
Patah tak terjaga keangkuhan masa dulu
Jatuh ke bumi tak punya kuasa
Malang digerus angin panas dan dingin
Mengering lalu terhapus warnanya

Mahkota itu runtuh
Kelopaknya merapuh
Harum yang menggoda pun hilang
Lebah pun tak lagi mencumbu

Debu tanah menutup jejakjejak harapan
Akankah semua keindahan itu kembali???
Bisakah???

Tentu saja bisa...
Jika saja Tuhan berkehendak demikian!

150811
Links to this post

Life Behind Arts