Aku kakek tua
Yang dahulu pernah berperang
Judi darah dan nyawa
Demi negeri tercinta ini
Demi anak-cucuku di masa ini
Aku acungacungkan bambu runcing
Dan meneriaki kegentaranku sendiri
Berharap anjinganjing itu takut
Apalagi semangatku menjadi api yang berkobarkobar
Aku tusuk Belanda di satu waktu
Aku tikam Jepang di waktu lain
Bahkan waktu Belanda datang lagi
Aku tembaki mereka membabi buta
Dengan senapan yang kuambil dari mereka
Demi Republik ini
Aku berteman dengan hutan
Aku berteman dengan senjata
Aku berteman dengan mayat
Adakah yang lainnya?
Kepada siapa lagi aku meminta peluru?
Aku hampir mati saja di tangan mereka
Tapi ketakutan aku sudah hilang
Berganti kobaran api di jiwaku
Sejak saudaraku ditembak dengan keji!
Oleh anjinganjing tak berkandang itu!
170809
This entry was posted on 23:46 and is filed under
2009 Poems
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.




0 comments: