Kiamat akan tiba
dalam sebuah kebohongan besar
lebih besar dari pergulatan antaragama
menjadi ketakutan yang menyala
menjadi kembang seperti di langit malam
Oh jangan sangka semua Kitab
bisa menyelamatkan jiwa kalian
bahkan walau umurnya lebih tua dari gunung Qasion
bahkan lebih tua dari Green Canyon
sebab tiga pohon pun aku melewat
tapi aku anggap saja belum terlewat
kalian pun telah percaya
Sekarang aku ditakuti para malaikat
kutukan dan kutukan dan kutukan
hanya setan saja yang senang
sebab dia roh rendahan
tak sama dengan malaikat
Aku memang bersenang hari ini ditambah tiga patah
tak ada otot muka yang meregang
tapi tak semuanya jadi berkat
aku yang menanggung jawab
Tak apalah; begitu saja aku puas
tapi aku ingin mengubah semua
dan menghentikan kiamat yang merah
lalu kubelah dengan tongkat agar kulewat
maka kebohongan lagi yang kudapat
Aku sebahagianya bahagia
karena persekutuan hati makin kuat
kalian tak usah menaikkan alis mata
dan bilang bahwa kalian tak mengerti
karena walau di syairku ada kebohongan besar
tapi yang kuceritakan adalah apa yang nyata
Biar aku sekali lagi katakan:
kiamat akan tiba dalam amarah
di tengah dinginnya pagi yang menguap
dan di dalam sempitnya ego
Maka aku tutup syair dengan senyuman
090909
This entry was posted on 03:24 and is filed under
2009 Poems
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.




0 comments: