I.
Sepi sekali
Bahkan angin pun tak bisa kupegang
Tak ada yang kuajak bicara
Bahkan televisi yang menyala
Siapa yang mau mendengarku
Bahkan temanku menutup kuping
Siapa yang bisa kupercaya
Bahkan aku ragukan orang yang kupercaya
II.
Aku merasa sepi sekali
Di tengah ruang ini
Saat semua terangkat ke alam mimpi
Aku ingin berbicara
Membicarakan apa saja di benak
Banyak dan banyak sekali
Yang menggantung
Oh siapa saja agar aku tak terpasung
Sungguh banyak yang mengganjal
Dan ingin keluar
Aku tersenyum sendiri
Tersadar akan kesendirian ini
Apakah aku gila?
Aku tak benarbenar tahu
Tapi kadang aku memikirkannya
Hanya Tuhannya Ibrahim yang tahu
Mimpi tak bisa menolongku
Aku tetap merasa tersalib sunyi
Sakit sekali
Aku tak berani kepadanya
Bahkan untuk melihatnya
Karena mungkin dia menjadi bingung
Dan aku dianggap penyesat
Aku percaya kepadanya
Aku ingin dia mendekapku
Aku ingin dia menolongku
Tapi bibirku beku
Akhirnya aku tetap kesepian
Bahkan tak ditemani angin
III.
Berpuluh sepi mengabdi
Beratus jiwa nan sepi
Berbalut api yang mati
Aku sepi
Dia pun mimpi
Aku mengharap getir
Aku mengharap kasih
Aku mengharap bulan
Aku mengharap kekuatan
Sepi aku
Aku sepi
Tolong aku
Malam ini
Tolong aku
Sepi aku
190909
This entry was posted on 01:28 and is filed under
2009 Poems
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.




0 comments: