Terkadang aku takut mengingat masa itu
Darah mengaliralir, senapan menembaknembak
Uratku tegang, badanku menggigil
Rohroh tercerabut mulai dua, tiga, dan empat
Mungkin kau takkan sanggup berada di sana
Mungkin kau memilih duduk di sudut kamar sambil gemetar
Atau mungkin kau memilih pergi ke Cinema XXI?
Tapi saat itu cuma ada tontonan berupa kekerasan, Cucuku.
Pilihannya hanya ada dua: mengusir mereka atau menjadi budak mereka!
Tapi aku lebih memilih menjadi kuda liar
Karena aku dilahirkan merdeka sejak awal
Aku tak mau diperbudak mereka
Digembalakan anjing yang suka menggigit
Digembalakan anjing yang terlihat baik pun tak sudi
Ujungujungnya mati terhina juga!
Dan aku tak mau kau mati terhina
Sebab itu aku rela dikejarkejar kematian
Begitu juga kawankawanku yang lain;
Terkadang aku teringat kawankawanku itu
Sebagian akhirnya pergi setelah meregang nyawa
Tak ada anak atau cucu untuk dijumpai sekarang
Tak ada lagi dari mereka untuk diceritakan
Sebagian lagi hidup bahagia di masa tuanya kini
Namun ada juga yang tetap dalam perang
Tapi itulah perjuangan, Cucuku!
Dan aku bangga terhadap perjuangan mereka!
Maka ambillah makna dari kisah usang ini
Yang mungkin membuatmu menguap
Karena itulah yang kami harapkan, yaitu:
Meneruskan perjuangan kami ini
Dan menjadi kuda merdeka yang baik
Bukan kuda liar yang berjalan tanpa arah
101109
This entry was posted on 23:24 and is filed under
2009 Poems
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.




0 comments: