KIDUNG YANG TERBELAH
14:12 | Author: mochihotoru
Entah kapan Kabah Selatan berdiri kembali
Entah kapan Loh yang Terpelihara menyelesaikan aku
Kegaiban ini melayanglayang di atas waktu
Lalu bertanyalah aku, Akankah jiwaku diselamatkan?
Akankah aku terhibur oleh imanku?
Sudahkah akal budiku melayani Hukum Allah?
Aku pun kembali dalam sunyi
Bergumam sendiri di ruang ketakutan:
Bintang bukan Tuanku
Bulan juga bukan Tuanku
Matahari juga pasti bukan Tuanku
Dia juga bukanlah Tuanku;
Roh sudah memahami hal itu
Tak ada lagi yang bisa menggoncangku!
Sementara hampir habis masa yang tersisa
Perbatasan pun sudah nampak di mata walau samar
Tapi aku ini adalah setan yang berdosa
Pertobatanku berbuah siasia
Ibadahku menjadi kutuk
Ketika iman ini menghalangi Kebenaran
Dan ketika apologetika menjadi kilang dusta
Ketujuh Roh Allah menunjukkan murka
Sungguh aku tak mau menjadi kambing
Aku hanya ingin menjadi domba di jalan Kebenaran
Tapi bukan dalam iman yang dipermalukan sejarah
Dan itu sungguh amat berat!
Namun aku tahu kuk di punggungku ini enak
Dan ingin aku tersenyum di hari betis disingkapkan
Yaitu saat penyesalan menjadi makhluk menyeramkan
Bagi yang melampaui batas
Dan yang mengikuti ajaran dan tradisi manusia
Sedang Surga memanjakan yang sabar
Aku melihat semua ajaran itu memang baik
Tetapi tidak semua ajaran itu benar di mata Allah
Karena itu aku mau bersyukur dengan segenap hatiku
Seperti segala apa yang disabdakan Nabi
Dan memuji Allah bersama Juruselamat dalam Damai Sejahtera
untuk mencapai Kemuliaan
Sampai selamanya

021109
This entry was posted on 14:12 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Life Behind Arts