阴阳阴阳阴阳阴阳阴阳阴阳阴阳阴阳阴阳阴阳阴阳阴阳阴阳
131209
Links to this post
Takkan pernah aku tertipu oleh apa yang mereka sebut kebenaran. Sebab kebenaran yang aku tahu adalah seperti bulan yang tetap bersinar lembut dalam kegelapan dan tidak hancur walau dihantam ribuan meteor. Sedangkan kebenaran yang diimani mereka sungguh rapuh seperti sarang labalaba di pohonan itu. Itukah yang akan menyelamatkan mereka? Firman Yang Mahabenar sepertinya hanya berlalu dari mulut mereka. Aku tak mau menjadi satu dengan mereka! Karena itulah aku berjalan menyelam ke setiap lautan untuk mencari mutiara yang samar itu. Tak peduli tubuhku hancur atau paruparuku meledak. Masih ada seribu mil lagi. Tapi aku tidak akan mati sebelum itu! Tanganku semakin banyak luka, tapi aku semakin tahu letak kebenaran itu. Dan hatiku tidak resah. Malah bahagia! Karena aku yakin, Allah telah mengasihiku sampai masa ini. Dan nanti akan kutunjukkan kepada mereka yang beriman tanpa pengertian, apa itu Kebenaran!
111209
Links to this post
111209
Entah kapan Kabah Selatan berdiri kembali
Entah kapan Loh yang Terpelihara menyelesaikan aku
Kegaiban ini melayanglayang di atas waktu
Lalu bertanyalah aku, Akankah jiwaku diselamatkan?
Akankah aku terhibur oleh imanku?
Sudahkah akal budiku melayani Hukum Allah?
Aku pun kembali dalam sunyi
Bergumam sendiri di ruang ketakutan:
Bintang bukan Tuanku
Bulan juga bukan Tuanku
Matahari juga pasti bukan Tuanku
Dia juga bukanlah Tuanku;
Roh sudah memahami hal itu
Tak ada lagi yang bisa menggoncangku!
Sementara hampir habis masa yang tersisa
Perbatasan pun sudah nampak di mata walau samar
Tapi aku ini adalah setan yang berdosa
Pertobatanku berbuah siasia
Ibadahku menjadi kutuk
Ketika iman ini menghalangi Kebenaran
Dan ketika apologetika menjadi kilang dusta
Ketujuh Roh Allah menunjukkan murka
Sungguh aku tak mau menjadi kambing
Aku hanya ingin menjadi domba di jalan Kebenaran
Tapi bukan dalam iman yang dipermalukan sejarah
Dan itu sungguh amat berat!
Namun aku tahu kuk di punggungku ini enak
Dan ingin aku tersenyum di hari betis disingkapkan
Yaitu saat penyesalan menjadi makhluk menyeramkan
Bagi yang melampaui batas
Dan yang mengikuti ajaran dan tradisi manusia
Sedang Surga memanjakan yang sabar
Aku melihat semua ajaran itu memang baik
Tetapi tidak semua ajaran itu benar di mata Allah
Karena itu aku mau bersyukur dengan segenap hatiku
Seperti segala apa yang disabdakan Nabi
Dan memuji Allah bersama Juruselamat dalam Damai Sejahtera
untuk mencapai Kemuliaan
Sampai selamanya
021109
Links to this post
Entah kapan Loh yang Terpelihara menyelesaikan aku
Kegaiban ini melayanglayang di atas waktu
Lalu bertanyalah aku, Akankah jiwaku diselamatkan?
Akankah aku terhibur oleh imanku?
Sudahkah akal budiku melayani Hukum Allah?
Aku pun kembali dalam sunyi
Bergumam sendiri di ruang ketakutan:
Bintang bukan Tuanku
Bulan juga bukan Tuanku
Matahari juga pasti bukan Tuanku
Dia juga bukanlah Tuanku;
Roh sudah memahami hal itu
Tak ada lagi yang bisa menggoncangku!
Sementara hampir habis masa yang tersisa
Perbatasan pun sudah nampak di mata walau samar
Tapi aku ini adalah setan yang berdosa
Pertobatanku berbuah siasia
Ibadahku menjadi kutuk
Ketika iman ini menghalangi Kebenaran
Dan ketika apologetika menjadi kilang dusta
Ketujuh Roh Allah menunjukkan murka
Sungguh aku tak mau menjadi kambing
Aku hanya ingin menjadi domba di jalan Kebenaran
Tapi bukan dalam iman yang dipermalukan sejarah
Dan itu sungguh amat berat!
Namun aku tahu kuk di punggungku ini enak
Dan ingin aku tersenyum di hari betis disingkapkan
Yaitu saat penyesalan menjadi makhluk menyeramkan
Bagi yang melampaui batas
Dan yang mengikuti ajaran dan tradisi manusia
Sedang Surga memanjakan yang sabar
Aku melihat semua ajaran itu memang baik
Tetapi tidak semua ajaran itu benar di mata Allah
Karena itu aku mau bersyukur dengan segenap hatiku
Seperti segala apa yang disabdakan Nabi
Dan memuji Allah bersama Juruselamat dalam Damai Sejahtera
untuk mencapai Kemuliaan
Sampai selamanya
021109
Purnama malam ini benderang
Seperti beduk yang berdendang
Sunyinya menyaingi sangkakala sekarang
Aku mempersiapkan jalan
Seperti halnya membuka keran
Jiwaku hampir tak tertahan
Revolusi Baru sebentar lagi berperan
Melebarkan bukaan pintu zaman
Sebentar lagi, sebentar lagi
Aku bukan orang sabar lagi
Tapi ini menjadi janji
Setan pun gemetaran bersaksi
Resolusi sudah tersusun
Aku tak boleh jadi rabun
Kupingku harus bertekun
Pada Kebenaranlah kutertegun
Dan sabdaku bukan racun
Revolusi melangkah mendekat
Walau bukan di tahun kabisat
Tidak ada lagi hujat
Walau perangkap sudah dibuat
Mataku akan menajam
Penuh pendirian yang tak karam
Walau 93% orang ditelan malam
Aku tetap bersama Allah Abraham
Akan kaulihat aku yang baru
Lebih baik dari mimpi di penjuru
Di bawah langit sungguh biru
Yang memahami hukum lama dan baru
Dan menggenggam masa depan itu
Sebentar lagi, sebentar lagi
Bulan ini pun segera mati
Lalu berpacu aku bersama Revolusi
Dan senyummu akan berseri
011209
Links to this post
Seperti beduk yang berdendang
Sunyinya menyaingi sangkakala sekarang
Aku mempersiapkan jalan
Seperti halnya membuka keran
Jiwaku hampir tak tertahan
Revolusi Baru sebentar lagi berperan
Melebarkan bukaan pintu zaman
Sebentar lagi, sebentar lagi
Aku bukan orang sabar lagi
Tapi ini menjadi janji
Setan pun gemetaran bersaksi
Resolusi sudah tersusun
Aku tak boleh jadi rabun
Kupingku harus bertekun
Pada Kebenaranlah kutertegun
Dan sabdaku bukan racun
Revolusi melangkah mendekat
Walau bukan di tahun kabisat
Tidak ada lagi hujat
Walau perangkap sudah dibuat
Mataku akan menajam
Penuh pendirian yang tak karam
Walau 93% orang ditelan malam
Aku tetap bersama Allah Abraham
Akan kaulihat aku yang baru
Lebih baik dari mimpi di penjuru
Di bawah langit sungguh biru
Yang memahami hukum lama dan baru
Dan menggenggam masa depan itu
Sebentar lagi, sebentar lagi
Bulan ini pun segera mati
Lalu berpacu aku bersama Revolusi
Dan senyummu akan berseri
011209



