untuk Maria Mercia
Purnama kemarin telah lewat. Begitu pula matahari yang berada di atas lembah Paran. Tetapi bunga yang kauanggap telah gugur sebenarnya masih ada. Masih mekar di atas tangkainya. Mungkin memang tak telihat jelas oleh mata kita karena ilalang yang semakin tinggi. Jarak pun seolah semakin jauh. Tapi jangan dulu sedih. Mari perlahan kita berdiri dan mencari apa yang pasti. Jangan pula mencari mimpi. Sebab hati yang percaya akan lebih dulu membuka matamu. Ketidaksadaran itu... Ketergesagesaan itu... Simpan saja di bawah pohon masa lalu. Kini, setelah pengetahuan datang kepadamu, ambil cawan itu. Usah ada keraguan ke dalamnya. Beranilah! Minumlah keindahan yang hendak mengalir ke dalam hatimu. Maka, semuanya akan dibukakan untukmu. Bunga yang kauanggap gugur pun akan kembali mengecupmu dengan harumnya...
290510
This entry was posted on 22:55 and is filed under
2010 Poems
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.




0 comments: