Aku melihat...
Sekelebat awan menjadi pengharapan Berharap lalu dan mencari arti masa lalu
Luka pun telah nyata
Kebanggaan ego yang bertahta
Ke mana api membakar?
Jauh-jauh asap membumbung
Doa pun hilang gravitasi
Menaik ke atas, ke langit Firdaus
Kenangan memang merampas airmata
Tak kering jua
Tapi syairsyair itu bukan juruselamat
Keindahan belum jadi kembali
Padahal janji belum kering
Rumput liat ternyata jauh lebih mulia
Apa arti semua?
Ah, tembok kerajaan sudah runtuh
Lumut melumuri selasela
Ratapan menggurat dalam hampa
Pemulihan nampak takkan menjadi
Aku pun mengatakan...
Mimpi mana yang berlogika?
180710
This entry was posted on 00:32 and is filed under
2010 Poems
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.




0 comments: