Siapa berani lukai harapan di wajah itu?
Hingga berdarahdarah wajah manis itu
Batubatu itu memang tak berapi
Bukan pula dari tanah yang terbakar...
Tapi memang berhasil membunuh senyumnya
Dua bayangan itu berhasil membakar mimpinya
Luka dari malam itu mungkin membekas
Sampai Tuhan memulihkan hatinya
(Entah berapa lama)
Ah, andai kubisa temui mereka:
Akan aku kembalikan tulah yang mereka suguhkan
Dan membunuh eksistensi mereka...
Tapi, apa upah yang bisa aku dapat??
Semoga saja dia tetap kuat
Dan dia tetap meyakini dirinya
Sehingga tahu luka di wajah itu tak berarti apapun
Tapi hatinyalah yang menghidupkannya kembali
Dan senyum di wajah manis itupun membusur kembali
020811
This entry was posted on 22:07 and is filed under
2011 Poems
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.




0 comments: