Wahai Mama,
Sejak kaubawa aku ke dunia
Pengharapan ada dalam sorot matamu
Tak pernah padam seperti api unggun
Tak pernah gugur seperti pohon itu di musim kemarau
Masih lembut pula tanganmu untuk membelaiku
Untuk mengingatkan diriku
Pada masaku kecil
Pada timanganmu yang menjaga tidurku
Tak peduli beribu kali kuhancurkan hatimu
Tak peduli berjuta kali kuinjak kebahagiaanmu
Kau tetap tegar seperti rumput liar
Dengan senyum yang tetap tulus di bibirmu
Seperti saat awal kaulihat aku
Dalam pengharapan yang tak terjangkau dasarnya
Dalam penantian melihatku mencapai puncak Olympus
Sungguh besar kepercayaanmu
Dan itulah yang menjadi berkat
Dan Tuhan pasti memberimu upah yang besar
Sedang aku tak bisa memberi apapun
Kecuali usaha untuk membuatmu di akhir nanti
Tersenyum penuh kebanggan besar padaku
Dalam doa tak berpenghabisan untukmu
Karena sungguh kusayang engkau
Wahai Mama..
231211
This entry was posted on 02:17 and is filed under
2011 Poems
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.




0 comments: