Beginilah
Malam mengembuskan napasnya perlahan
Menyiulkan kesepian
Mereguk kesengsaraan
Membiarkan orang hanyut akan pesonanya
Karena lekukan tubuhnya itu
Membuat hilang sadar, hilang kepalsuan sejenak
Senyap
Redup
Gelap
Waktu pun bak meregang nyawa
Lalu apa makna?
Terjun sajakah aku ke ngarai?
Membiarkan mimpi terburai?
Atau aku serahkan jiwaku saja
Lalu sejenak merasa dihempas sunyi
Mengendap dalam tanah tak nyata?
Tak ada kuasa aku mencekik malam
Bukan milikku kendali semesta
Jadi harus aku berjalan
Menyalibkan diriku di bukit penantian
Menyerahkan diri pada malam
Hingga aku duduk di samping kanannya
Hingga ia lelah bersamaku
Atau memang ingin pergi
Untuk menelanjangkan dirinya di tempat lain
Dan menebarkan aroma kekuasaan
Kecekaman
Dunia kosong
Dan pengharapan
Sedang aku bangkit berjaya
Tanpa harum tubuhnya itu
Lalu hidup menghadapi nyata
Dalam airmata, dalam tawa
241211
This entry was posted on 03:04 and is filed under
2011 Poems
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.




0 comments: